Mengenal Mengenai Apakah Itu Laporan Keuangan

Jurnalnesia.com – Sesudah pelajari pelaporan keuangan ini dharapkan kalian mampu untuk :

-Menjelaskan tujuan laporan keuangan,

-Menujukkan syarat laporan keuangan,

-Menunjukkan macam-macam laporan keuangan,

-Menjelaskan laporan perubahan modal,

-Menyusun laporan keuangan.

A. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Tujuan akhir akuntansi keuangan adalah untuk mewajibkan laporan keuangan, sebagai informasi ekonomi bagi pihak-pihak yang memerlukan. Dengan melihat penjelasan tersebut, kita jadi dapat berkesimpulan bahwa jika: “ Sebuah laporan keuangan itu adalah laporan yang disusun dan diperuntukan bagi mereka sebagai pembuat keputusan, baik di dalam maupun di luar perusahaan mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.”

B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Menurut standar akuntansi keuangan tahun 1996, tujuan laporan keuangan dapatdinyatakan sebagai berikut.

1). Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenal aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.

2). Agar dapat berikan data/petunjuk yang bisa dipertanggungjawabkan tentang perbedaan pada harta netto, yang dimaksud netto sendiri yaitu harta yang dikurangi dari hutang pada perusahaan yang mucul dari suatu kegiatan yang mengusahakan agar bisa dapatkan keuntungan.

3). Supaya bisa dapatkan data keuangan yang dapat bantu pihak pengguna laporan pada saat taksir potensial perusahaan keika hasilkan untung.

4). Bisa memperoleh petunjuk penting sebagainya tentang perbedaan pada harta dan juga hutang pada perusahaan, contohnya data tentang kegiatan pembayaran serta Ketika investasi terjadi.

5). Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan Iaporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

C. PERSYARATAN PADA LAPORAN KEUANGAN YANG ADA

Demi penginformasian keuangan bisa berikan manfaat, maka perlu penuhi berbagai hal seperti ini :

1. Dapat dengan mudah terpahami

Hal yang perlu digaris bawahi pada pelaporan keuangan ialah mudahnya agar secepat mungkin bisa dimengerti bagi pengguna. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.

2. Signifikannya berupa bukti konkret

Supaya memiliki nilai guna, informasi yang kita punyai tentu dapat penuhi keinginan dari pengguna pada saat hendak mengambil putusan yang disesuaikan. Dapat dikatakan berkualitasnya informasi jika bisa pengaruhi sidang putusan ekonomi pengguna dengan menolong pihak mereka. Evaluasi kejadian saat masa terdahulu, masa seperti sekarang maupun masa yang akan datang dengan tegaskan ataupun koreksi hasil akhir pengevaluasian masa lalu mereka pada saat itu.

3. Memiliki daya uji, artinya laporan keuangan disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.

4. Netral, artinya laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif, dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.

5. Tepat waktu, artinya laporan keuangan harus disajikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.

6. Punyai kelebihan untuk diperbandingkan, berarti pada saat pelaporan keuangan bisa dilangsungkan dari segi waktu maupun laporan yang berbeda.

7. Lengkap artinya, laporan keuangan disusun meliputi semua data akuntansi keuangan dan memenuhi syarat-syarat tersebut di atas. Maka tdak akan menyesatkan pembaca.

D. JENIS LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan meliputi:

-neraca

-laporan rugi – laba

-laporan perubahan modal

-laporan pengubahan posisi keuangan

-catatan atas laporan keuangan

Mari kita bahas satu persatu :

1. Neraca (Balance Sheet)

Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis menggambarkan posisi kenangan pada suatu saat tertentu terdiri dari harta, hutang, dan modal.

a. Unsur komponen neraca:

1) Harta/aktiva, terdiri atas:

-Harta lancar

-Investasi

-Harta tetap

-Harta tidak berwujud

-Harta lain-lain.

2) Hutang Pasiva/Kewajiban ban, terdiri atas:

-Hutang lancar/jangka pendek

-Hutang jangka panjang

-Hutang lain-lain.

3) Berikutnya yaitu modal yang diantaranya:

-Modal dengan (nama pemilik modal tercantumkan) bagi Perusahaan yang berdasarkan perseorangan ataupun persekutuan sekaligus.

-Modal untuk saham teruntuk perusahaan bentuknya Peseroan Terbatas saja.

-Modal yang telah ditahan bagi pihak perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas.

b. Penyajian unsur/komponen neraca

-Penyajian komponen-komponen

-neraca lazimnya sesuai dengan

-klasifikasi sebagai berikut.

1) Harta/aktiva diklasifikasikan menurut urutan likuiditas.

a) Diawali dengan harta lancer yang dikembangkan menurur pengurutan likuiditas dari yang sangat lancar sekali sampai ke yang bahkan tak lancar sekalipun.

b) Harta tetap dari unsur umur pemakaian, yaitu sejak umur yang paling lama sampai dengan umur yang tidak lama atau dari tanah sampai dengan peralatan.

2) Hutang diklasifikasikan menurut urutan jatuh tempo dari yang ber jangka pendek ke yang berjangka panjang

3) Modal diklasifikasikan berdasarkan sifat kekekalannya.

4) Memperkirakan lawan yang dihadapi

-Ditampilkan dengan fakor yang berperan sebagai pengurang

-Bagi pos neraca yang berkaitan. Misalnya, pengamulasian

-Susutan dipersembahkan untuk mengurangi jumlah harta tetap itu.

5) Dalam menyusun neraca harus dituliskan judul/kepala yang memuat nama perusahaan, nama laporan dan tanggal neraca.

c. Bentuk Neraca

Neraca dapat disusun dalam bentuk :

1) Rekening/skontro ( account form )

Bentuk ini mempunyai dua sisi, ialah pada bagian debet yang berfungsi sebagai rician aktiva atau harta dan bagian kredit demi dapat perinci hutang serta modal itu,

2) Laporan ( refort form )

Bentuk ini susunan harta, hutang, dan modal disusun berturut-turut dari atas ke bawah.

Contoh

1. Neraca dalam bentuk rekeningskontro/account form

2. Neraca dalam bentuk laporan/report form

3. Laporan Rugi-Laba (Profit and Lost Statement)

Laporan rugi-laba adalah laporan keuangan yang memberikan informasi keberhasilan yang dicapai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan,dalam menjalankan usahanya selama jangka waktu (periode) tertentu, yang dinilai dengan jumlah satuan uang. Kerugian maupun keuntungan pada perusaahan bisa dierhitungkan dengan memperbandingkan diantara jumlah beban yang ada pada 1 periode akuntansi yang terjadi. Pada saat Menyusunnya diperlukan menulis penjuduan pelaporan yang akan terisi nama pemegang perusahaan, nama dari laporan, bahkan seberapa lama periode laporan yang terjadi pada saat itu.

A). Unsur-unsur Laporan Rugi-Laba

1) Pendapatan, yaitu semua pendapatan yang diperoleh selama satu periode akuntansi.

2) Kedua beban ataupun biaya, adalah seluruh kewajiban yang harus diberikan untuk proses akuntansi yang berjalan.

B). Bentuk Laporan Rugi-Laba

1) Bentuk Single Step, yaitu semua pendapatan digabungkan menjadi satu kelompok dan semua beban digabungkan menjadi satu kelompok. Lalu keduanya dapat disegerakan penyelesaiannya. Jika jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah beban, dihasilkan laba bersih Jika jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah beban, dihasilkan rugi bersih.

2) Bentuk multiple step, bertahap yaitu bentuk laporan rugi-laba kedua rincian yang disusun dengan cara memisahkan pendapat maupun beban dalam kelompok operasional dan nonoperasional. Pada proses inilah, penampilan letak utama ialah merincikan pendapatan operasioan barulah dibagian selanjutnya merincikan beban operasional. Maka dapat didapatkan, apakah laba ataupun rugi yang diperoleh saat pengusahaan pokok berlanjut dari membandingkan keduanya. Contoh : Laporan rugi-laba (bentuk murtiple step).

3. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Laporan perubahan modal adalah laporan atau informasi yang menggambarkan perubahan yang terjadi atas modal pada suatu periode.  Unsur-unsur laporan perubahan modal:

-Modal awal, yaitu modal yang ditanamkan yang ada pada awal periode akuntansi.

-Saldo laba rugi pada periode bersangkutan.

-Laporan keuangan dapat disusun berdasarkan data akuntansi berupa : Saldo akun kertas kerja (neraca lajur maupun persamaan akuntansi).

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − one =

Back to top button