Lahan Gambut di Sumatera Selatan Terbakar Saat Musim Hujan

Jurnalnesia.com – Meskipun sekarang sedang musim hujan tetapi tetap saja tidak menghalangi si jago merah membakar lahan. Hal itu terjadi di sebuah lahan gambut yang terletak di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lahan gambut tersebut mengalami kebakaran pada hari Rabu (10/2).

Kejadian ini mulai diketahui pada hari Selasa (9/2) malam dan hingga Rabu sore ini, api masih terlihat membara. Sampai saat ini belum ada konfirmasi soal berapa luas lahan yang terbakar

Ferdian Krisnanto selaku Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera mengungkapkan bahwa kebakaran lahan ini menjadi kebakaran lahan yang pertama terjadi pada tahun 2021.

Lahan gambut tersebut merupakan kawasan gambut dalam yang sempat juga terbakar parah pada tahun 2019 silam. Kebakaran ini tersulut pada saat musim hujan masih melanda kawasan Sumatera Selatan. Kawasan gambut dalam merupakan lahan gambut yang terbilang sulit dipadamkan karena terdapat bahan bakar yang sangat banyak.

Dalam upaya untuk memadamkan api, tim gabungan terhalang oleh akses masuk yang sulit sehingga kendaraan harus mengambil jalan memutar ke wilayah Provinsi Jambi sebelum akhirnya dapat masuk ke lokasi karhutla.

Tim lapangan dari PPIKHL saat ini masih terus melakukan patroli di kawasan rawan lahan terbakar seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin.

Terjadinya kebakaran pada musim hujan masih diselidiki. Perlu dipastikan apakah ada oknum yang sengaja membakar atau ada sebab lainnya.

Dengan adanya kejadian karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) ini, pemerintah provinsi setempat kemungkinan akan menetapkan siaga bencana lebih cepat pada bulan Maret.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori berkata setelah siaga bencana ditetapkan maka pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan satgas akan lebih cepat.

Pemprov juga telah mengusulkan operasional armada helikopter water bombing dan keperluan teknik modifikasi bencana (TMC).

Dirinya bercerita pada tahun lalu, yaitu 2020 lahan seluas 946,33 hektare yang berada di 10 kabupaten kota di Sumatera Selatan terbakar. Kawasan yang paling terdampak pada kejadian karhutla ini adalah kawasan Ogan Komering Ilir mencapai 531,03 hektare. Luasan ini merupakan luasan yang jauh lebih rendah daripada luasan lahan yang terbakar pada 2019 yang mencapai 428.356 hektare.

pihaknya pun sudah membuat perinagatan agar lebih bersiap-siap karena Bulan April sudah masuk musim kemarau dengan puncaknya pada Juni-Juli tahun ini. Pencegahan harus segera dilakukan jauh sebelum musim kemarau terjadi.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 10 =

Back to top button